Masakan Korea: Part 1

Masakan Korea berbahan dasar sebagian besar pada beras, mi, tahu, sayuran dan daging. Makanan tradisional Korea terkenal akan sejumlah besar makanan sampingan (lauk) yang disebut banchan yang dimakan bersama dengan nasi putih dan sup (kaldu). Setiap makanan dilengkapi dengan banchan yang cukup banyak.

Makanan Korea biasanya dibumbui dengan minyak wijen, doenjang, kecap, garam, bawang putih, jahe dan saus cabai (gochujang). Masyarakat Korea adalah pengkonsumsi bawang putih terbesar di dunia di atas warga Cina, Thailand, Jepang, serta negara-negara Laut Tengah seperti Spanyol, Italia dan Yunani.

Makanan tradisional dari istana, yang dahulu hanya dinikmati oleh keluarga kerajaan Dinasti Joseon, memerlukan waktu berjam-jam untuk pembuatannya. Makanan istana harus memiliki harmonisasi yang memperlihatkan kontras dari karakter panas dan dingin, pedas dan tawar, keras dan lembut, padat dan cair, serta keseimbangan warna.

Makanan istana seperti ini beberapa di antaranya dapat mencapai harga ₩240.000 (sekitar AS$265) per orang termasuk minuman juga layanan oleh pelayan eksklusif. Restoran yang menyediakan makanan istana terdapat banyak di kota Seoul.

Pada zaman dulu, kaum bangsawan (yangban) makan dengan meja yang mewah sementara kebalikannya, petani menikmati makanannya di tengah ladang.

Perilaku tidak sopan saat makan:

  • Menghembuskan napas dari hidung ke meja,
  • Mendahului makan sebelum orang tertua,
  • Mendirikan sumpit atau sendok ke atas, karena melambangkan dupa yang dibakar saat upacara kematian,
  • Menancapkan makanan dengan sumpit dan mengambil makanan dengan tangan (ada makanan yang boleh diambil dengan jari tangan, namun banchan tidak diperbolehkan),
  • Menggunakan sumpit dan sendok pada saat bersamaan (hanya boleh dengan satu tangan),
  • Menggunakan sumpit atau sendok dengan tangan kiri,
  • Membuat suara berisik saat mengunyah makanan atau memukul mangkuk dengan alat makan,
  • Mengaduk-aduk nasi atau sup dengan sendok/sumpit,
  • Mengaduk-aduk lauk pauk dengan sendok/sumpit,
  • Menyelesaikan makan terlalu cepat atau terlalu lambat,
  • Minum minuman menghadap ke orang tua (Ini sangat tidak sopan, seseorang harus memutar posisi ke arah lain/sebelahnya)
  • Menerima minuman dari orang tua dan dihormati dengan kedua tangan, seharusnya tangan kiri diletakkan ke dada dan tangan kanan memegang tempat minum/cawan saat minuman dituangkan.
  • Dalam situasi informal, peraturan-peraturan ini kurang begitu penting. Dalam acara makan keluarga, anak-anak diajari oleh orang tua tentang cara dan etiket makan tradisional.
  • Berbicara saat mengunyah makanan tidak apa-apa, selama mulut tidak dibuka. Adalah tidak sopan saat makan berbicara dengan mulut terbuka. Namun, jika berbicara saat makan, orang Korea terbiasa menjawab dengan hanya mengangguk-anggukkan kepala atau menyebut “mm” sebagai kata “ya” dan tidak membuka mulut. Menyantap/menyeruput sup dengan suara berdesis sangat dianjurkan. Orang korea akan memberi komentar terhadap tamu yang sangat diam saat makan (jika ia tidak bicara), supaya ia tidak terus berpacu menyantap makanan jika ia berhenti makan untuk berbicara.

Peraturan lain yang harus diingat adalah orang-orang tua atau yang dihormati tidak perlu harus mengikuti tata-cara itu, namun orang lain diharuskan. Ini dikarenakan hal terpenting dalam makan adalah menunjukkan rasa hormat dan sopan kepada yang berada diatas kita. Hal ini tidak berlaku saat makan sendirian atau dengan teman-teman.

Jenis Makanan Korea

Masakan Istana

Gujeolpan (구절판)

Gujeolpan

Makanan ini mungkin jarang juga kita temukan saat di korea , apalagi di Indonesia (tapi saya tetap berharap bisa mencicipi makanan ini) . Makanan ini dapat di temukan di Korea pada saat ada perayaan maupun acara pernikahan… (ayo yang mau nikah di Korea Invite me… >,<) Makanan ini merupakan makanan kerajaan, salah satu  masakan dari istana Dinasti Joseon (karena itu, sesuatu banget kalau kita dapat mencoba makanan ini~~~`)

Gujeolpan (구절판): berarti “piring yang terbagi sembilan”, ini terdiri atas beberapa sayuran dan daging yang disajikan dalam lapisan panekuk.

Masakan daging

  • Bulgogi (불고기): potongan daging sapi yang dipanggang dengan kecap, minyak wijen, bawang putih, bawang bombai dan lada hitam. Bulgogi berarti “daging api”. Variasinya: daging babi (dwaeji-bulgogi), ayam (dak-bulgogi), dan sotong (ojingeo-bulgogi).

Bulgogi

Resep masakan Bulgogi

Bahan untuk membuat masakan korea ini

  • 2 pon daging sirloin, iris tipis
  • 3 siung bawang putih, geprek dan cincang halus
  • 3 siung bawang merah, potong halus
  • 1 buah bawang bombay, potong halus
  • 1/3 cangkir (2 sendok makan) kecap manis
  • 2 sendok makan minyak wijen
  • 2 sendok makan madu
  • Lada hitam secukupnya
  • 1/2 sendok teh gula pasir
  • 1 sendok makan gochujang*)
  • 1/2 sendok makan minyak wijen
  • 1 kepala daun selada

*Gochujang = adalah pasta cabai untuk masakan Korea yang bahan utamanya adalah koji beras ketan dan bubuk cabai yang difermentasi. Secara tradisional, fermentasi gochujang dilakukan di halaman rumah di dalam tempayan tembikar berukuran besar. Tempat diletakkan di alas dari susunan batu yang disebut jangdokdae

Cara membuat Bulgogi

  • Pada pisau bagian belakang, irislah dengan tipis sampai empuk.
  • Mangkok tersebut berisi sisa-sisa bahan tersebut. Campuran tersebut harus rata/tebal.
  • Tuangkan bumbu rendama ke dalam daging tersebut dan campurkan dengan tangan. Dan pastikan daging tersebut harus sudah terlapis dengan bumbu rendaman tersebut.
  • Bungkus dengan plastik dan diamkan selama 1 jam.
  • Masak daging dalam satu lapisan di meja Hibachi.
  • Daging yang dimasak harus sudah selesai, dan bagian luarnya berkaramel.
  • Di mangkok yang berbeda, gabungkan gula dan gochujang.
  • Masukkan minyak wijen ke dalam campuran tersebut.
  • Sajikan dengan daun selada dan campuran gochujang.
  • Galbi (갈비): daging iga babi atau sapi yang dipanggang dengan arang dan dibumbui. Potongannya lebih tipis dari bulgogi dan disebut sebagai barbecue Korea. Variasi: dari ayam disebut dakgalbi, jokbal atau kaki babi yang disajikan dengan saus kerang asin.

Galbi

  • Samgyeopsal (삼겹살): daging perut babi yang dipanggang tanpa/dengan bumbu seperti cara memanggang galbi.

Samgyeopsal

  • Hoe (IPA: [hö] 회): makanan laut mentah yang dicelupkan dengan saus cabai (gochujang) atau dengan kecap asin ditambah wasabi, lalu dimakan dengan daun selada.

Hoe (IPA: [hö] 회)

  • Sannakji atau gurita hidup. Sannakji yang dimakan mentah biasanya masih hidup di atas meja.

Sannakji

  • Makchang (막창): jeroan babi panggang yang disajikan seperti samgyeopsal dan galbi. Makanan jenis ini khas Daegu dan propinsi Gyeongsang.

Makchang

  • Gobchang (곱창): sama dengan makchang, namun dengan jeroan babi atau sapi muda.

Sup dan makanan berkuah

  • Budae jjigae (부대찌개, “sup militer”): sehabis perang Korea, daging sangat langka, jadi orang-orang memanfaatkan kelebihan makanan dari basis militer tentara AS, seperti hot-dog dan ham kaleng dan memasaknya dalam sup tradisional. Budae jjigae sangat terkenal di Korea Selatan dan sering dimasak bersama ramyon (mi instan).

Budae Jjigae

  • Doenjang jjigae (된장찌개): sup pasta kacang kedelai, disajikan sebagai hidangan utama atau disajikan bersama hidangan daging. Isinya bervariasi dari sayuran, tahu, kerang, udang, ikan dan sebagainya.

Doenjang Jjigae

  • Cheonggukjang jjigae (청국장찌개): sup yang dibuat dari pasta kacang kedelai fermentasi yang berbau menusuk.
  • Gamjatang (감자탕, “sup kentang”): sup pedas tulang babi, dengan sayuran dan kentang.

Gamjatang

  • Haejangguk (해장국): sup tulang babi dengan sayuran, kol kering, dan puding darah sapi. Cerita menyebutkan bahwa makanan ini ditemukan oleh sebuah restoran di Jongno (Seoul) setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Haejangguk

  • Janchi guksu (잔치국수): mie yang disajikan dengan rumput laut, kimchi, telur dan sayuran.

Janchi Guksu

  • Jeongol (전골) : sup tradisional yang pedas, isinya terdiri dari makanan laut dan sayuran.

Jeongol

  • Kimchi jjigae (김치찌개): Sup yang terdiri dari isi kimchi, daging babi/sapi. Sering dijadikan sebagai santap siang atau sebagai hidangan sampingan makanan daging-dagingan. Disajikan dalam panci batu dan masih mendidih saat tiba di meja.

Kimchi Jjigae

Maeuntang

  • Samgyetang (삼계탕): sup yang terbuat dari daging ayam utuh yang diisi ginseng, hedysarum, nasi manis, jojoba, bawang putih dan kacang berangan. Samgyetang populer dikonsumsi sebagai sumber nutrisi pada musim panas, dimana warga Korea kehilangan banyak energi karena cuaca panas.

Samgyetang

  • Seolleongtang (설렁탕): sup kaki sapi yang dimasak sampai 10 jam lebih sampai berwarna putih susu. Biasa disajikan dalam semangkuk mie dan potongan daging sapi.

Seolleongtang

Sundubu Jjigae

Masakan Sundubu jjingae

Bahan

  • 1 sdm minyak cabe
  • 2 siung bawang putih, cincng halus
  • 1 bawang bombay, potong dadu
  • 1 sdm bubuk cabe
  • 1 sdm kecap manis
  • 250 ml kaldu daging
  • 30 gram kimchi, cincang
  • 50 gram macam-macam daging (udang segar, ikan slice, daging luncheon yang sudah dipotong dadu, daging babi slice, daging sapi atau ayam. Apa saja boleh.)
  • 300 gram tahu, potong dadu
  • 2 butir telur
  • Minyak goreng untuk menumis
  • Daun bawang potong sebagai taburan

Cara membuat Sundubu jjingae

  • Panaskan minyak goreng di wajan anti lengket. Masukkan minyak cabe, cabe bubuk, bawang putih dan bawang bombay. Tumis hingga aromanya harum.
  • Selama menunggu, campur kecap manis dengan kaldu daging.
  • Sementara itu, susun kimchi yang sudah dicincang di atas mangkuk batu (claypot), letakkan dengan daging sapi dan tahu. Masukkan ke campuran kuah tersebut. Pastikan bahan tersebut 3/4 tercampur dengan kuahnya.
  • Letakkan mangkuk batu ke oven dingin dan panggang dengan suhu 250°C selama 20 menit sampai daging tersebut benar-benar telah dimasak.
  • Waktu selesai, pecahkan telur mentah di bagian atas mangkuk batu dan taburi daun bawang. Sajikan selagi panas. Campur rata sebelum mengkonsumsinya.

Nasi campur

  • Bibimbap (비빔밥, “nasi campur”): makanan khas kota Jeonju, yaitu nasi yang dicampur berbagai macam sayuran, daging sapi, telur, dan gochujang. Variasi: dolsot bibimbap (돌솥 비빔밥), bibimbap yang disajikan dengan panci batu panas. Yukhoe bibimbap adalah bibimbap dengan daging sapi cincang mentah (yukhoe), ditambah telur mentah di atasnya. Bibimbap dimakan setelah nasi dan lauk diaduk dengan sendok hingga tercampur.

Bibimbap

  • Hoedeopbap (회덮밥): potongan ikan mentah yang dicampur dengan sayuran, nasi dan gochujang.

Banchan (lauk pauk)

  • Kimchi: sayuran (biasanya dari kubis, sawi, lobak putih, atau ketimun) yang difermentasikan dengan bahan rempah seperti jahe, bawang putih, bawang bombai dan bubuk cabai. Terdapat banyak variasi berdasarkan cara membuat di masing-masing rumah tangga.

Kimchi

Resep:Kimchi

Bahan-Bahan

  • 1 buah sawi putih
  • 1/2 buah bawang bombay, iris tipis
  • 1/4 btg wortel, iris tipis memanjang
  • 1/4 btg lobak putih, iris tipis
  • 4 btg daun bawang.
  • 2 sdm bawang putih, parut
  • 1 sdt jahe, parut
  • 1/2 gelas bubuk cabe Korea
  • 2 sdt garam
  • 1 sdm gula
  • 1/2 gelas garam kasar/garam laut
  • 1 gelas air cup water
  • 1/4 gelas saus ikan Korea
  • 1/3 gelas air
  • 1 sdm tepung

Cara membuat masakan korea ini

1. Sawi dibiarkan utuh dan cuci bersih dengan air mengalir hingga ke lembar terdalam daun sawi. Sesudah bersih, rendam sawi dalam campuran tiga genggam garam yang sudah dilarutkan dengan air matang untuk sedikitnya enam jam, sampai sawi putih terlihat layu.

2. Setelah enam jam, angkat sawi dan cuci kembali dengan air bersih hingga ke sela-sela lipatan daun sawi agar sisa garam tercuci bersih. Tiriskan. Bila suka sawi bisa dibiarkan utuh begitu saja atau dipotong menjadi dua bagian dengan membuang ujung-ujung sawi.

3. Saatnya mengolah sawi dengan campuran bahan-bahan bumbu. Campurkan jadi satu gula, bubuk cabai, jahe, bawang putih, selada air, daun bawang, radis, saus ikan, dan sedikit garam. Baurkan campuran bumbu secara merata menutup semua bagian sawi hingga ke sela-sela lembar daun terdalam. Simpan dalam wadah tertutup rapat dan biarkan sedikitnya 2×24 jam sampai bumbu meresap ke dalam daging sawi dan jangan menyimpan di dalam lemari es. Proses penyimpan lebih lama akan lebih baik karena fermentasi berlangsung sempurna dan rasa yang dihasilkan akan maksimal. Setelah itu, baru simpan kimchi dalam lemari es.

4. Kimchi siap saji bisa disantap begitu saja atau disuguhkan sebagai makanan pembuka sebelum makanan utama.

  • Kongnamul (콩나물): Kecambah yang dikonsumsi dengan banchan yang direbus atau dibumbui. Variasinya: kongnamul-bap (kecambah dengan nasi), kongnamul-guk (sup kecambah),dan kongnamul-gukbap (nasi dengan sup kecambah).

Mie

  • Naengmyeon (냉면; Korea Utara: 랭면, Raengmyŏn; “mie dingin”): mie khas Pyeongyang yang biasa dikonsumsi pada musim panas. Terdapat banyak jenisnya, umumnya mie tipis yang terbuat dari tepung buckwheat (jenis gandum), dihidangkan dengan kuah tulang sapi, ditambah macam-macam bumbu, sayuran, telur rebus dan daging sapi. Naengmyeon jenis ini disebut juga mul naengmyeon (naengmyeon air) untuk membedakannya dengan Bibim Naengmyeon, yang tidak berkuah, namun dicampur dengan gochujang yang pedas lalu dililit seperti sate. Variasi lainnya adalah mulhoe naengmyeon atau naengmyeon dengan makanan laut.

Naengmyeon

  • Japchae (잡채): tumisan dangmyeon. Dangmyeon (bihun) terbuat dari tepung kentang, lalu dimasak dengan sayuran, daging sapi dan bumbu rempah-rempah, kadang-kadang juga divariasikan dengan tambahan makanan laut contohnya haemul japchae (japchae gurita).

Japchae

  • Jajangmyeon (자장면): mie saus kacang kedelai hitam yang sangat digemari di Korea. Asalnya adalah mie khas Beijing (RRT) yang diadaptasikan dengan cita rasa Korea.

Jajangmyeon

  • Kalguksu (칼국수): mie tipis dengan kuah ikan tuna dan sayuran.

Kalguksu

  • Ramyeon (라면): mie ramen khas Korea, namun agak berbeda dengan ramen dari Jepang. Ramyeon Korea dapat pula berarti mie instan yang dijual kemasan. Ramyeon dimasak dengan kuah yang sangat pedas dan biasanya ditambah sayuran, daging atau kimchi.

Masakan Korea Ramyeon

Bahan : 250 g ramen yang sudah direbus, tiriskan Kuah : 1 sdm minyak sayur 2 siung bawang putih, cincang 1 sdm daun bawang iris halus 150 g daging ayam cincang halus 600 ml kaldu ayam/air 1 sdm miso kuning 1 sdm kecap asin 1/2 sdt cabai merah bubuk 1/2 sdt merica bubuk 1 sdt garam 50 g paprika merah, iris memanjang kecil 50 g mentimun, iris memanjang kecil 1 sdt tepung kanji, larutkan dengan sedikit air

ramyeon

Cara membuat:

  1. Kuah : Tumis bawang putih dan daun bawang hingga layu.
  2. Masukkan daging ayam, aduk hingga matang.
  3. Tambahkan kaldu, bumbu, dan didihkan.
  4. Masukkan paprika dan mentimun, aduk hingga layu.
  5. Tuangi larutan tepung kanji, aduk hingga agak kental.
  6. Masukkan ramen, aduk hingga rata. Angkat.
  7. Tuang ke piring saji.
  8. Sajikan hangat.

Sumber/credits: Wikipedia, http://blogbintang.com/kumpulan-masakan-korea, arsindyyunikawati

Tunggu Part 2 nya, ya!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s